Webinar KPAP Series II Mengupas Implementasi Konkrit Artificial Intelligence

Jakarta, 25/08/2021 KPAP.

Komite Profesi Akuntan Publik (KPAP) menggelar webinar series II pada tanggal 25 Agustus 2021. Webinar series II mengangkat temaImplementation of Artificial Intelligence in Accounting and Auditing.

Webinar ini merupakan rangkaian webinar dengan tema besar “Artificial Intelligence in Accounting and Auditing. Sebelumnya, KPAP menyelenggarakan webinar series I yang berjudul Artificial Intelligence in Accounting and Auditing, Opportunities and Challenges. Pada webinar series I, KPAP menjabarkan konsep tentang artificial intelligence sementara webinar series II melengkapinya dengan membagikan bukti konkrit implementasi dari artificial intelligence di industri perbankan, perusahaan multinasional, e-commerce, dan kantor akuntan publik.

Pelaksanaan webinar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Webinar dan ditayangkan secara live pada kanal YouTube KPAP.

Wakil Ketua KPAP, Tarkosunaryo membuka acara dengan menyampaikan laporan pelaksanaan webinar series I. Tarkosunaryo juga menginformasikan bahwa webinar series II akan menjabarkan mengenai tantangan dan manfaat dalam implementasi yang harus dilakukan profesi akuntansi dan profesi Akuntan Publik dalam penerapan artificial intelligence dalam lingkup pelaporan keuangan dan  audit; dan memberikan pencerahan kepada profesi akuntansi dan calon profesi Akuntan Publik bahwa perkembangan teknologi termasuk artificial intelligence tidak bisa menggantikan peran profesi akuntansi dan Akuntan Publik.

Webinar series yang dimoderatori kembali oleh Andar Ramona Sinaga (Sekretariat KPAP), menghadirkan Antonius Gunadi, Chief Audit Executive CIMB Niaga serta Ketua Umum Ikatan Auditor Intern Bank (IAIB) sebagai narasumber pertama. Antonius menjabarkan terkait ruled based dan machine learning pada sektor perbankan. Antonius juga mengatakan bahwa salah satu manfaat artificial intelligence ini adalah shifting fungsi dari auditor internal dari fraud detection menjadi advisory.

Penerapan artificial intelligence dapat dilakukan oleh perusahaan sendiri untuk menekan biaya, namun harus didukung oleh komitmen dan kompetensi dari sumber daya manusianya. Pada tahun 2021, CIMB Niaga telah melakukan pendekatan 6 model machine learning dan 311 use case ruled based. Semua implementasi artificial intelligence dilakukan oleh Data Analytics Team CIMB Niaga sendiri dengan biaya 1,1 miliar untuk hardware dan 592 juta untuk software. Hal ini termasuk murah karena manfaat dan kontribusi dari penerapan artificial intelligence dari tahun 2017 s.d. 2020 bernilai sekitar 800  miliar.

Narasumber kedua, Endro Wahyono, Chief Finance and Accounting Astra International membagikan pengalaman digital transformasi di Astra International, termasuk penerapan terkait dengan digitalisasi, machine learning, dan artificial intelligence di area operasional maupun akuntansi dan keuangan.

Strategi dan target, struktur organisasi, proses bisnis, kompetensi sumber daya manusia, perubahan kultur, dan teknologi menjadi tantangan transformasi digital bagi perusahaan.

Beberapa contoh penggunaan teknologi pada Astra Internasional terdapat pada virtual assistant untuk pelayanan pelanggan, robotic process automation untuk perangkat administrasi, expert data analytics untuk operasional, RPA dan OCR untuk otomasi proses akuntansi yang sifatnya repetitif, clerical, redundant.

“Manfaat dari transformasi digital diantaranya terjadi peningkatan efisiensi dan produktifitas, hasil pekerjaan yang lebih akurat, dan fokus sumber daya manusia pada pekerjaan yang sifatnya lebih bernilai”, jelas Endro.

Head of Engineering Tokopedia, Gian Giovani sebagai narasumber ketiga menyampaikan bahwa tantangan terberat dari e-commerce adalah labeling dan kategorisasi barang supaya pembeli dapat membeli dan penjual dapat menjual dengan mudah. Dalam hal ini, artificial intelligence butuh waktu untuk dikembangkan untuk memecahkan isu-isu tersebut.

Selanjutnya narasumber terakhir, Wisnu Suryaningrat, Associate Partner Ernst & Young Indonesia mengatakan bahwa kantor akuntan publik telah banyak melakukan investasi pada artificial intelligence.

Untuk inovasi proses auditnya, Ernst & Young Indonesia memiliki EY Digital Audit. Beberpa tools yang digunakan untuk mendukung output audit yang berkualitas dan bernilai, yaitu EY Canvas, EY Atlas, dan EY Helix.

EY Canvas merupakan audit management system platform yang mampu mengintergrasikan working papers, progres audit yang sedang berjalan termasuk perencanaan, proses pekerjaan, integrasi dengan client. EY Atlas berisi database Ernst & Young untuk standar, insight, update lainnya. EY Helix support audit untuk data analytics.

Untuk memastikan sumber daya manusianya mampu memanfaatkan teknologi audit  dan berkontribusi aktif pada audit berkualitas tinggi, Ernst & Young memiliki EY Talent. Wisnu menegaskan bahwa artificial intelligence bukan masa depan. artificial intelligence ini sekarang dan kita harus mampu berdampingan dengan artificial intelligence.

Andar Ramona Sinaga, moderator webinar menyimpulkan bahwa artificial intelligence adalah tools. Tools yang menantang namun harus dimanfaatkan menjadi peluang. Harus ada awareness terhadap artificial intelligence yang dapat dipelajari oleh semua orang karena artificial intelligence dapat melengkapi untuk hasil pekerjaan yang lebih baik.

Penulis: Ira Rani Puspa | Penyunting: Azzam Syahid Al Jundi | Fotografer: Roy Adityawan

Bagikan Artikel ini

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on email
Email
Share on whatsapp
WhatsApp

Artikel Terkait

Istilah Pertimbangan dalam Khasanah Hukum RI

Menurut Webster, istilah “Consideration“ mencakupi perhitungan (account), penasihatan (advisement), perdebatan, studi (telaah, mempelajari), diskusi dan pemikiran panjang dan dalam (deeliberation), refleksi (reflection) dan mawasdiri (introspection)

Read More »

Langganan Informasi dan Berita

  • Daftarkan email Anda untuk menerima informasi dan berita terbaru dari laman KPAP. Tekan enter atau klik tombol di bawah untuk menyimpan.

Sekretariat KPAP